Showing posts with label World Cup 2010. Show all posts
Showing posts with label World Cup 2010. Show all posts

Statistik Piala Dunia

Statistik Piala Dunia

Top Skor
Nama Tim Jumlah Gol
David Villa Spanyol 5
Wesley Sneijder Belanda 5
Diego Forlan Uruguay 5
Thomas Mueller Jerman 5
Miroslav Klose Jerman 4
Robert Vittek Slovakia 4
Gonzalo Higuain Argentina 4
Luis Fabiano Brasil 3
Landon Donovan Amerika Serikat 3
Luis Suarez Uruguay 3
Asamoah Gyan Ghana 3
Robinho Brasil 2
Lukas Podolski Jerman 2
Lee Jung-soo Korea Selatan 2
Tiago Mendes Portugal 2
Lee Chung-yong Korea Selatan 2
Samuel Eto'o Kamerun 2
Keisuke Honda Jepang 2
Carlos Tevez Argentina 2
Arjen Robben Belanda 2
Brett Holman Australia 2
Gyan Asamoah Ghana 2
Kalu Uche Nigeria 2
Andres Iniesta Spanyol 2
Elano Brasil 2
Assist
Nama Jumlah Tim
Kaka 3 Brasil
Thomas Mueller 3 Jerman
Mesut Oezil 3 Jerman
Bastian Schweinsteiger 3 Jerman
Dirk Kuyt 3 Belanda
READ MORE » Statistik Piala Dunia

Bola Emas Milik Forlan

Johannesburg - Siapa pemain terbaik Piala Dunia 2010? Dia bukan datang dari juara dunia, runner up, atau perebut tempat ketiga. Bola Emas menjadi milik Diego Forlan.

"Pemain Uruguay Diego Forlan menjadi pemenang adidas Golden Ball sebagai pemain yang tampil luar biasa di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan," demikian keterangan yang dikutip dari situs resmi FIFA, Senin (12/7/2010) pagi WIB.

Di turnamen kali ini, Uruguay memang harus puas menempati tempat keempat saja. Meski begitu penampilan Forlan sungguh luara biasa bagi La Celeste.

Penyerang Atletico Madrid itu berhasil mencetak lima gol, termasuk gol-gol indahnya ke gawang Afrika Selatan di babak grup dan Jerman di partai perebutan tempat ketiga.

Di Piala Dunia 2010, Forlan selalu tampil dalam tujuh partai yang dilakoni Uruguay. Seperti dikutip dari situs resmi FIFA, dari lima gol yang dibukukan, dua lahir dari dalam kotak penalti, dua lagi dari luar kotak penalti, dan satu dari eksekusi tendangan 12 pas.

Selain gelar pemain terbaik, Forlan juga memperoleh penghargaan "Sepatu Emas" sebagai top skorer. Untuk Golden Boot, mantan pemain Manchester United itu harus berbagi dengan tiga pemain lain yakni Thomas Mueller, Wesley Sneijder, dan David Villa.
READ MORE » Bola Emas Milik Forlan

Mueller Pemain Muda Terbaik

Johannesburg - Penghargaan pemain muda terbaik Piala dunia 2010 jatuh ke tangan Thomas Mueller. Bintang muda Jerman ini memang sudah diprediksikan akan mendapatkan penghargaan tersebut.

Jerman memang menjadi juara ketiga di Piala Dunia 2010 ini. Namun mereka memiliki pemain bintang muda yang berbakat yaitu Mueller. Kontribusinya pemain berusia 20 tahun ini sangat besar guna membawa Der Panzer hingga ke semifinal.

Bahkan Mueller bisa bermain di tiga posisi -sebagai gelandang serang, striker ataupun pemain sayap. Mueller pun tercatat sebagai pemain termuda kedua yang berhasil meraih lima gol sepanjang rekor Piala Dunia.

Absennya Mueller saat Jerman menghadapi Spanyol di babak semifinal pun disebut-sebut sebagai satu alasan kekalahan timnya. Tak heran jika Technical Study Group (TSG) FIFA pun mengganjar Mueller sebagai pemain terbaik di Piala Dunia 2010.

"Penyerang berusia 20 tahun ini telah menangkap imajinasi fansnya dengan pendekatannya bermain dan juga dengan tujuan yang penting," ungkap jurubicara TSG seperti dalam situs resmi FIFA.

Muller adalah pemain ketiga Jerman yang mendapatkan penghargaan ini setelah sebelumnya Franz Beckenbauer (1966) dan Lukas Podolski (2006). Tentu saja Mueller sangat tersanjung mendapatkan penghargaan ini.

"Penghargaan ini akan tetap bersama saya untuk sepanjang waktu. Ini konfirmasi bagus dari hasil kerja selama tahun lalu. Ini adalah kehormatan besar menjadi bagian grup seperti Beckenbauer dan Pele," ucap Mueller.
READ MORE » Mueller Pemain Muda Terbaik

Iker Casillas sebagai pahlawan

Ia dijuluki Santo Iker bukan tanpa alasan. Andres Iniesta boleh saja jadi pencetak gol kemenangan Spanyol atas Belanda, tapi Iker Casillas juga layak disebut sebagai pahlawan.

Kalau tidak ada peran Casillas, barangkali Spanyol tidak akan jadi juara. Di final saja ia membuat setidaknya dua penyelamatan luar biasa yang menyelamatkan gawangnya dari serbuan pemain Belanda.

Penyelamatan gemilang itu dibuat Casillas di babak kedua. Di menit 61, Casillas berhadapan satu lawan satu dengan penyerang Belanda, Arjen Robben. Robben menyepak bola, tapi Casillas menghalaunya dengan kaki kanan.

Di menit 83, Casillas kembali beraksi; kembali serbuan tunggal Robben ia jinakkan. Kali ini kiper Real Madrid itu dengan jitu menyerobot bola dari kaki Robben dan memeluknya.

Selain dua penyelamatan kelas dunia itu, Casillas juga cekatan menjaga gawangnya dalam kesempatan-kesempatan lain. Alhasil, gawang Spanyol pun tetap perawan selama 120 menit.

Tidak cuma saat menghadapi Belanda, Casillas juga tampil mantap nyaris sepanjang turnamen. Ia cuma kebobolan dua kali, satu dari Swiss saat Matador kalah 0-1 dan satu dari Chile kala La Furia Roja menang 2-1.

Selain dua kesempatan itu, Casillas tak pernah kebobolan. Saat meladeni Paraguay di perempatfinal, kiper 28 tahun itu juga tampil hebat dengan menahan penalti Oscar Cardozo.

Sangat layak kemudian bila Casillas didapuk sebagai pemenang Sarung Tangan Emas sebagai tanda kiper terbaik Piala Dunia 2010. Selamat Spanyol, selamat Casillas.
READ MORE » Iker Casillas sebagai pahlawan

Peraih Gelar Piala Dunia

Spanyol sukses menjadi wakil Eropa lain yang menjadi juara dunia. Hasil ini membuat 'Benua Biru' masih unggul dalam perolehan gelar dibanding tim Amerika Latin di Piala Dunia.

Eropa dan Amerika Latin selalu menjadi dua kubu besar yang berambisi untuk menunjukkan dominasinya di jagat sepakbola. Tetapi final Piala Dunia 2010 yang mempertemukan Spanyol kontra Belanda memastikan satu tambahan trofi kepada Eropa.

Dalam laga yang final yang dihelat Senin (12/7/2010) dinihari WIB, Spanyol� Belanda 1-0 lewat gol Andres Iniesta di babak extra time. Kemenangan La Furia Roja menambah koleksi titel juara dunia kepada Eropa menjadi 10, satu lebih banyak dari Amerika Latin yang terakhir kali direbut Brasil delapan tahun silam

Kesepuluh trofi Eropa tersebut didapat dari Italia yang sudah menjadi juara dunia sebanyak empat kali. Jerman tiga kali juara sementara Inggris, Prancis dan Spanyol masing-masing menyumbangkan satu trofi.

Sementara dari Amerika Latin hanya didominasi oleh tiga negara. Brasil sukses memperoleh lima trofi--tim terbanyak menjuarai Piala Dunia--disusul Argentina dan Uruguay yang sama-sama baru mengoleksi dua trofi Piala Dunia.

Berikut Rincian Peraih Gelar Piala Dunia:
*) Eropa:
Tahun-Juara-Runner-up-Skor
1. 1934-Italia-Cekoslowakia-3-2
2. 1938-Italia-Hongaria-4-2
3. 1954-Jerman Barat-Hongaria-3-2
4. 1966-Inggris-Jerman barat-4-2
5.1974-Jerman Barat-Belanda-2-1
6.1982-Italia-Jerman Barat 3-1
7.1990-Jerman Barat-Argentina-1-0
8.1998-Prancis-Brasil 3-0
9.2006-Italia-Prancis-1-1 (5-3 penalti)
10.2010-Spanyol-Belanda-1-0

*) Amerika Latin:
Tahun-Juara-Runner-up-Skor
1. 1930-Uruguay-Argentina-4-2
2. 1950-Uruguay-Brasil-2-1
3. 1958-Brasil-Swedia-5-2
4. 1962-Brasil-Cekoslowakia-3-1
5. 1970-Brasil-Italia-4-1
6.1978-Argentina-Belanda-3-1
7.1986-Argentina-Jerman Barat-3-2
8.1994-Brasil-Argentina-0-0 (3-2 penalti)
9.2002-Brasil-Jerman-2-0
READ MORE » Peraih Gelar Piala Dunia

Gol Iniesta untuk Jarque

Johannesburg - Andres Iniesta tampil sebagai pahlawan Spanyol kala mencetak gol tunggal kemenangan mereka atas Belanda. Gol itu dipersembahkan oleh Iniesta buat almarhum Dani Jarque.

Pertandingan final antara Belanda kontra Spanyol di Johannesburg, Senin (12/7/2010) dinihari WIB, memasuki menit 116 dalam perpanjangan waktu. Saat itulah Iniesta merobek gawang Belanda dengan tendangannya.

Gol tersebut bertahan hingga usai laga dan Spanyol pun berhak menyandang gelar juara dunia 2010. Inilah titel pertama El Matador dalam sejarah mereka.

Seusai mencetak gol, Iniesta membuka seragam Spanyol berwarna birunya dan memperlihatkan tulisan di kaos dalamnya. Di sana, terpampang teks "Dani Jarque sempre con nostros".

Arti dari tulisan tersebut adalah "Dani Jarque tetap bersama kami". Tulisan tersebut dipersembahkan Iniesta buat Jarque yang meninggal dunia dalam usia 26 tahun pada 8 Agustus 2009 akibat serangan jantung.

Jarque adalah pesepakbola muda harapan Spanyol yang membela Espanyol. Ia adalah mantan pemain timnas U-21 Spanyol, seangkatan dengan Iniesta dan Cesc Fabregas.

Iniesta bukan pemain Spanyol pertama yang mempersembahkan golnya buat Jarque karena Fabregas juga pernah mendedikasikan golnya buat Arsenal seminggu setelah kematian Jarque.
READ MORE » Gol Iniesta untuk Jarque

Spanyol Juara World Cup 2010!

Johannesburg - Spanyol akhirnya menjadi juara baru di Piala Dunia setelah mengalahkan Belanda 1-0 di final. Gol tunggal kemenangan Tim Matador tersebut dicetak oleh Andres Iniesta.

Spanyol untuk pertama kalinya menjadi juara Dunia setelah mengatasi Belanda 1-0 di Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Iniesta memastikan kemenangan Spanyol lewat golnya di saat perpanjangan 2x45 menit.

Sementara Belanda hanya bermain dengan sepuluh pemain setelah John Heitinga mendapatkan kartu kuning kedua di saat perpanjagan waktu kedua. Belanda pun harus menunggu kesempatan lain untuk menjadi juara setelah telah tiga kali ke final.

Pertandingan kedua tim ini sebelumnya berjalan cukup ketat hingga 2x45 menit tidak ada gol yang tercipta. Pertandingan harus dilanjutkan perpanjangan waktu dan Spanyol pun memastikan kemenangannya lewat gol Iniesta.
READ MORE » Spanyol Juara World Cup 2010!

Trofi digondol Oleh Spanyol

Entah sudah berapa lama Belanda menanti untuk mengangkat trofi Piala Dunia. Ketika kesempatan tersebut datang lagi, trofi malah digondol oleh Spanyol.

Kala kemenangan 3-2 diraih atas Uruguay di semifinal, asa De oranje menyeruak lagi. Mereka sudah pernah gagal pada 1974 dan 1978, pada kesempatan ketiga ini mereka tak mau jatuh lagi.

Maka, dengan mengandalkan Arjen Robben dan Wesley Sneijder sebagai tumpuan serangan, Belanda terjun ke medan pertempuran di Soccer City Stadium, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Sial bagi mereka, lawan yang dihadapi, Spanyol, tak kalah alot.

Sejak awal, pasukan arahan Vicente del Bosque itu terus mengambil inisiatif serangan. Tercatat, sepanjang laga Spanyol menorehkan 21 tendangan, meski cuma empat yang berstatus on target. La Furia Roja juga memenangi penguasaan bola 56:44.

Sedangkan Belanda lebih banyak melakukan serangan balik, kendati beberapa peluang emas juga berhasil mereka ciptakan. Tetapi 'Singa Oranye' harus berhadapan dengan tembok bernama "kekurang tenangan penyelesaian akhir" dan "Iker Casillas".

Ketika akhirnya John Heitinga dikartu merah akibat melanggar Andres Iniesta, gol dari Spanyol pun seperti tinggal menunggu waktu saja. Dan benar, gol itu akhirnya lahir delapan menit setelah Hetinga diusir, tepat pada menit 116.

Kejelian Fabregas dalam melihat Iniesta tak terjaga menjadi awal lahirnya gol itu. Dalam keadaan bersih dari offside, gelandang Barcelona itu kemudian menceploskan bola ke gawang Maarten Stekelenburg. Para pemain Spanyol, dari skuad utama hingga cadangan, pun berhamburan memeluknya.

Spanyol menjadi juara dalam kesempatan pertama mereka melaju ke final.

Hasil tersebut jelas berkebalikan dengan Belanda. Mereka sudah tiga kali ke final dan tak satu pun keluar sebagai juara. Apalagi untuk mencapai final ketiga, mereka butuh menunggu sampai 32 tahun.
READ MORE » Trofi digondol Oleh Spanyol

Final Keenam yang Harus Diperpanjang

Dari 19 Piala Dunia yang pernah berlangsung, ada enam partai final yang harus disudahi dengan perpanjangan waktu. Pertarungan Belanda vs Spanyol jadi yang terbaru.

Duel Belanda kontra Spanyol yang merupakan partai puncak Piala Dunia 2010 di Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dinihari WIB, berakhir 0-0 dalam waktu normal 2x45 menit.

Perpanjangan waktu pun tak terhindarkan. Akhirnya di menit 116, Spanyol memecah kebuntuan dengan gol Andres Iniesta. Gol itu sekaligus mengunci kemenangan 1-0 El Matador atas Oranje.

Inilah final keenam yang harus diteruskan dengan perpanjangan waktu setelah final 1934, 1966, 1978, 1994 dan 2006. Untuk dua final, 1994 dan 2006 bahkan harus diselesaikan lewat adu penalti.

Tahun 1934, Italia berhak jadi juara setelah mengandaskan Cekoslovakia 2-1. Selama 90 menit, Italia dan lawannya yang asal Eropa timur itu bermain seimbang 1-1.

Enam edisi Piala Dunia kemudian, perpanjangan waktu kembali diperlukan. Inggris dan Jerman bermain seri 2-2 dalam waktu normal sebelum The Three Lions bertakhta dengan skor 4-2 di extra time.

Belanda tahun 2010 adalah ulangan Belanda tahun 1978 karena di tahun itu Oranje takluk di tangan Argentina di final dengan skor 1-3 lewat perpanjangan waktu. Dalam 90 menit, kedua tim main imbang 1-1.

Tahun 1994, Italia dan Brasil bertarung dengan skor 0-0 selama 120 menit. Adu penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia pun lahir dan Brasil akhirnya unggul 3-2 lewat babak tos-tosan.

Adu penalti kembali terulang di final Piala Dunia 2006 antara Italia dan Prancis setelah main 1-1 dalam 120 menit. Italia menang 5-3 di penalti dalam laga yang diwarnai tandukan Zinedine Zidane kepada Marco Materazzi.
READ MORE » Final Keenam yang Harus Diperpanjang

Spanyol jadi yang Kedelapan

Johannesburg - Keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia tidak hanya mengukir sejarah bagi negara tersebut. Prestasi itu juga menjadikan mereka negara kedelapan yang jadi juara dunia.

Spanyol menjadi juara usai menundukkan Belanda 1-0 di final yang berlangsung Senin (12/7/2010) dinihari WIB.

Ini merupakan kali pertama negara berjuluk La Furia Roja itu menjadi juara dunia.

Sejarah bukan hanya menjadi milik Spanyol, namun juga persepakbolaan dunia. Negeri Matador merupakan negara kedelapan yang berhasil menjadi raja dunia sejak Piala Dunia digulirkan pada 1930. Spanyol menyusul Brasil, Italia, Jerman, Argentina, Uruguay, Inggris, dan Prancis.

Ini juga merupakan kali pertama dunia memiliki "raja" baru sejak terakhir kali Prancis bertahta pada tahun 1998.

Tahun lahirnya juara dunia baru

1-1930: Uruguay (vs Argentina 4-2)
2-1934: Italia (vs Cekoslowakia 2-1)
3-1954: Jerman Barat (vs Hongaria 3-2)
4-1958: Brasil (vs Swedia 5-2)
5-1966: Inggris (vs Jerman Barat 4-2)
6-1978: Argentina (vs Belanda 3-1)
7-1998: Prancis (vs Brasil 3-0)
8-2010: Spanyol (vs Belanda 1-0)
READ MORE » Spanyol jadi yang Kedelapan

Arti Besar Trofi Piala Dunia bagi Spanyol

Johannesburg - Jika Spanyol jadi juara dunia, arti trofi tersebut tak hanya menajamkan dominasi mereka di bidang olahraga. Namun bisa jadi media yang ampuh untuk menyatukan beragam etnis yang ada di negara itu.

Untuk diketahui Spanyol itu terdiri dari empat suku besar yaitu Castilla, Catalan, Basque dan Galicia. Yang pertama disebut banyak bermukim di ibukota Madrid karena kebanyakan mereka dulunya adalah pendukung rezim Jenderal Franco.

Catalan dan Basque dianggap sebagai pemberontak oleh Franco saat itu dan membuat mereka terasingkan. Contohnya adalah Catalan hingga kini selalu menuntut kemerdekaan dari pemerintah dan membentuk negara sendiri.

Bahkan Catalan pun punya tim sepakbola sendiri yang dilatih Johan Cruyff dan diisi pemain keturunan sana macam Sergio Busquets, Carles Puyol, Gerard Pique, Joan Capdevilla, Xavi Hernandez dan Victor Valdes yang notabene adalah anggota tim Spanyol di Afrika Selatan ini.

Sehari sebelum final tepatnya Sabtu (10/7) digelar bahkan terjadi demonstrasi besar-besaran di sebelah Timur Laut Spanyol oleh jutaan orang Catalan yang mengibarkan bendera Catalan yang bertuliskan "Kami ini negara, Kami menentukan nasib kami sendiri". Tujuannya pun masih sama yaitu meminta pemisahan diri dari Spanyol.

Tentunya hal itu miris jika melihat kini skuad La Furia Roja justru didominasi anak-anak Catalan selain Madrid, Basque serta Andalusia.

Maka berterimakasihlah pada Luis Aragones yang berjuang keras selama empat tahun dari tahun 2004 untuk menghapuskan segala perbedaan etnis itu dan berujung pada trofi Piala Eropa 2008. Banyak yang menilai tak kunjung berprestasinya Spanyol di masa dulu akibat masalah ke-sukuan yang ada di tim itu.

Kini Vicente Del Bosque yang di ambang sejarah membawa Spanyol menjadi juara dunia pertama kali punya harapan yang sama, yaitu trofi Copa Mundial akan jadi alat pemersatu paling ampuh bagi seluruh rakyat 'Negeri Matador' itu.

"Banyak pemain yang berasal dari seluruh Spanyol di skuad ini, kami bersatu dan saya harap rasa persatuan juga tercipta di Spanyol sana," pinta Del Bosque yang dilansir AFP.

"Saya pikir olahraga banyak membawa hal bagus dan saya harap sepakbola dapat membawa hubungan yang lebih baik lagi di negara kami," tegasnya.
READ MORE » Arti Besar Trofi Piala Dunia bagi Spanyol

Belanda Takluk di Extra Time

Johannesburg - Belanda kembali gagal di kesempatan ketiganya di final Piala Dunia. Kegagalan di Piala Dunia 2010 adalah kali kedua Oranje takluk di babak extra time.

Belanda takluk 0-1 dari Spanyol di final yang digelar Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Gol La Furia Roja dikemas oleh Andres Iniesta di babak extra time.

Ini merupakan kali ketiga Belanda kandas di final Piala Dunia dari total tiga kesempatan yang mereka dapatkan, setelah sebelumnya di tahun 1974 dan 1978.

Soal kekalahan di extra time, ini merupakan kali kedua Negeri Kincir Angin kandas di masa perpanjangan waktu setelah sebelumnya di final Piala Dunia 1978.

Ketika itu Belanda takluk 1-3 dari Argentina. Tango semapt memimpin 1-0 lewat Mario Kempes. Dirk Nanninga mencetak gol penyama menit ke-82. Di babak extra time, Albiceleste berhasil menjaringkan dua gol lewat Kempes dan Daniel Bertoni.
READ MORE » Belanda Takluk di Extra Time

SBY Jagokan Spanyol

Bogor - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut larut dalam euforia menjelang final Piala Dunia 2010 dengan menggelar nonton bareng. Orang nomor satu di Indonesia itu menjagokan Spanyol.

"Di atas kertas, Spanyol berada satu klik di atas Belanda," kata Presiden SBY saat ditanya oleh Ricky Johannes dari RCTI.

SBY menggelar nonton bareng final Piala Dunia 2010 antara Belanda kontra Spanyol di kediamannya di Cikeas, Bogor. Selain beberapa pejabat, juga tampak hadir Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

"Spanyol di depan, tengah, belakang sama kuat. Mereka juga melakukan segala sesuatunya secara terpadu," ulas SBY tentang kekuatan Spanyol yang berhasil ke final dengan mengalahkan Jerman di semifinal.

"Sedangkan Belanda, depannya mungkin kuat. Tapi di tengah dan belakang, mereka tidak sekuat pemain depannya," jelas Presiden yang tengah menjalani termin kedua pemerintahannya.

"Secara teori, Spanyol memang lebih tinggi satu klik daripada Belanda," demikian ucap SBY mengulangi pernyataannya di awal.
READ MORE » SBY Jagokan Spanyol

Perpisahan Ganda di Paraguay

Paraguay harus menjalani perpisahan ganda. Gerardo Martino mengundurkan diri, sedang striker Roque Santa Cruz mengatakan Piala Dunia 2010 adalah Piala Dunia terakhirnya.

Kiprah Paraguay di South Africa 2010 berhenti di babak perempatfinal. Langkah wakil Amerika Selatan ini dihentikan Spanyol.

Meski gagal mengukir prestasi, Paraguay disambut meriah setibanya di tanah air. Namun sambutan meriah itu harus berlanjut dengan kata-kata perpisahan.

Dua figur sentral menyatakan mengundurkan diri dari skuad Paraguay. Yang pertama adalah pelatih Gerardo Martino. "Kontrak saya selama empat tahun sudah berakhir. Namun saya berencana tetap di sini untuk sementara waktu demi membantu mengatur beberapa hal," ujar pelatih berusia 47 tahun tersebut seperti dikutip dari Sky Sports.

Martino menjelaskan dirinya bakal membantu masa transisi yang akan dialami Guaranies.

Pelatih berkebangsaan Argentina itu belum memastikan masa depannya. Spekulasi yang beredar dia diminati Arab Saudi, Meksiko, dan juga Albiceleste.

Paraguay juga harus berpisah dengan Roque Santa Cruz. "Ini Piala Dunia terakhir bagi saya. Semangat saya berkeinginan untuk maju terus, namun fisik saya mengatakan hal sebaliknya," ujar striker Manchester City itu.

Santa Cruz berseragam Paraguay sejak tahun 1999. Memulai karir saat berusia 17 tahun, Santa Cruz membukukan 21 gol dari 70 kali penampilannya.

Publik Paraguay boleh bernapas lega karena Piala Dunia 2010 bukanlah kali terakhir mereka bisa melihat aksi Santa Cruz berseragam timnas.

Pria yang pernah memperkuat Bayern Muenchen dan Blackburn Rovers itu berencana menjadikan Copa America 2011 sebagai momen untuk berpamitan.

"Kompetisi itu (Copa America) bisa menjadi kado perpisahan bagi saya," ujar Santa Cruz.
READ MORE » Perpisahan Ganda di Paraguay

Jelang Uruguay vs Belanda

Cape Town - Meski sudah menyandang status juara dunia dua kali, tidak banyak yang menjagokan Uruguay. Pelatih Oscar Washington Tabarez mengibaratkan timnya sebagai tamu tak diundang.

Uruguay. Negara di Amerika Selatan ini merupakan penyandang dua gelar juara dunia. Jumlah gelar yang sama dengan Argentina dan lebih banyak daripada Inggris. Namun begitu tidak banyak yang menjagokan tim berjuluk La Celeste ini di Piala Dunia 2010. Sementara itu Inggris dan Argentina menjadi tim favorit.

Memang, dua gelar Uruguay didapatkan di zaman yang sudah sangat jadul, tahun 1930 dan 1950. Terakhir kali mereka bisa menggapai semifinal Piala Dunia adalah tahun 1970. Selain itu tidak banyak pemain ternama asal negara yang beribukta di Montevideo itu. Bila disuruh menyebut pemain bintang Uruguay, mungkin hanya nama Diego Forlan yang muncul.

"Kami ibaratnya berada dalam sebuah pesta di mana kami sebenarnya tidak diundang. Namun kami memiliki hak untuk tetap berada di sini. Semua bergantung kepada kami," lugas Tabarez di Reuters sembari mengibaratkan situasi yang tengah dialam timnya.

Kini Uruguay telah berada di semifinal. Forlan dkk menjadi penjaga kehormatan terakhir Amerika Selatan, di mana raksasa macam Brasil dan Argentina sudah rontok terlebih dahulu.

"Mungkin terlalu dini untuk berpikir bahwa Uruguay akan kembali masuk jajaran elit. Namun kami percaya bisa memetik hasil-hasil positif secara situasional," tandas pelatih berjuluk El Maestro itu.

Lawan bagi Uruguay di babak semifinal adalah Belanda, tim yang sedang dalam kondisi yang bagus dan dipenuhi pemain bertalenta.

"Perbedaan kekuatan antara negara maju dan negara dunia ketiga semakin besar sekarang. Beruntung, Uruguay selalu memiliki pemain yang berkualitas meski itu tidak dalam jumlah besar. Di negara lain, mereka selalu kebanjiran pemain berbakat," tukas Tabarez.

"Namun bila kami tidak bermimpi (untuk juara) sekarang dan sementara mereka tetap melakukannya, maka kami tidak akan berada di sini."

"Ya kami sadar bahwa kami tidak memainkan sepakbola yang indah. Namun saya pikir pencapaian kami saat ini bukan hanya sekadar faktor keberuntungan saja," pungkas dia.
READ MORE » Jelang Uruguay vs Belanda

Jerman Ingin Taklukkan 'Raksasa' Lagi

Potscheftstroom - Sudah dua kali Jerman mengalahkan dua tim besar di Piala Dunia 2010. Hasil fantastis yang ingin diulangi ketika menghadapi Spanyol di laga semifinal.

Jerman datang ke Afrika Selatan dengan sederet wajah baru dan muda namun belum banya berpengalaman di event sebesar Piala Dunia. Akan tetapi justru skuad muda Der Panzer ini mampu tampil mengejutkan dan mengalahkan tim-tim yang relatif lebih diunggulkan.

Kejutan terbesar tentu terlihat dari fase knock out. Menghadapi Inggris di babak 16 Besar, Jerman tampil garang. Pasukan Joachim Loew ini berhasil menang menyakinkan dengan skor mencolok 4-1.

Performa impresif tersebut berhasil dipertahankan di babak perempatfinal yang kali ini menampilkan Argentina sebagai lawannya. Die Manschafft tidak kesulitan meredam perlawanan Lionel Messi dkk. dengan empat gol tanpa balas.

Jerman akan menghadapi Spanyol, tim favorit juara lainnya di babak Empat Besar. Kenangan manis menaklukkan 'raksasa' di dua laga sebelumnya siap diulang oleh Bastian Schweinsteiger cs.

"Di dua laga sebelumnya, kami telah menunjukkan bahwa kami mampu mengalahkan dua tim yang di atas kertas lebih baik daripada kami," tukas Schweinsteiger kepada Reuters.

"Kami sangat berhasrat untuk kembali menyingkirkan salah satu tim besar di sepakbola internasional," demikian Schweini.

Dalam delapan laga yang mempertemukan kedua kubu, Spanyol lebih unggul dengan tiga kali menang sementara Jerman dua kali menang sedangkan tiga sisanya berakhir seri. Sedangkan di dua laga terakhirnya yakni pada final Euro 2008 dan friendly match 2002/03, Spanyol selalu memetik kemenangan atas Jerman.
READ MORE » Jerman Ingin Taklukkan 'Raksasa' Lagi

'Restu' untuk Sneijder

Paris - Dalam artikelnya, majalah France Football yang selama ini menganugerahkan gelar Bola Emas memuji Wesley Sneijder. Apakah ini "restu" bagi Sneijder untuk menjadi pemain terbaik dunia?

Selama ini dikenal dua penghargaan prestisius di jagat sepakbola. Yang pertama adalah Ballon d'Or (Bola Emas) yang dipersembahkan oleh majalah France Football kepada pemain terbaik Eropa. Yang kedua adalah gelar pemain terbaik dunia oleh FIFA.

Mulai tahun 2010, penghargaan tersebut disatukan menjadi FIFA Ballon d'Or.

Selama Piala Dunia kali ini, pembicaraan soal kepada siapa gelar pemain terbaik bakal diberikan juga ikut mengemuka.

Pembicaraan itu semakin menarik menyusul sejumlah pemain yang digadang-gadang bakal tampil memukau seperti Wayne Rooney, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, atau Kaka ternyata tidak sesuai harapan.

Salah satu nama yang layak diperhitungkan adalah Wesley Sneijder. Gelandang timnas Belanda ini juga mendapatkan pujian dari majalah France Football.

Seperti diberitakan Football-Italia, France Football memuji pemain Inter Milan itu dalam artikelnya.

"Sampanye musim ini untuk Sneijder, menyusul kisah sukses bersama Inter Milan dan performanya yang sempurna di Piala Dunia sejauh ini."

"Dia sangat impresif dan pemain Belanda itu menjadi kandidat utama untuk Ballon d'Or. Sneijder memang bukanlah pemain terbesar atau paling kuat di dunia, namun tahun ini sentuhannya mengubah segalanya menjadi emas."

"Seakan tidak puas dengan treble bersama Inter, ia kembali beraksi bersama Belanda dan hingga saat ini dia tampil baik."

Mungkinkah pujian ini merupakan "restu" bagi Sneijder untuk menjadi pemain terbaik dunia 2010?
READ MORE » 'Restu' untuk Sneijder

FIFA Umumkan Wasit Semifinal

Johannesburg - FIFA telah menetapkan wasit untuk laga semifinal. Wasit Uzbekistan Ravshan Irmatov memimpin laga Uruguay vs Belanda. Sementara wasit Hongaria Viktor Kassai menjadi pengadil Jerman vs Spanyol.

Pengumuman tersebut dilakukan FIFA melalui situs resminya pada hari Selasa (5/7/2010) waktu setempat.

Irmatov merupakan wasit yang memimpin laga pembukaan Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko pada 11 Juni yang lalu. Ia menjadi wasit termuda yang memimpin laga pembuka sejak Piala Dunia 1934.

Ia akan dibantu Rafael Ilyasov dan Bakhadyr Kochkarov (Kazakhstan) sebagai asisten wasit 1 dan 2. Sementara itu wasit keempat adalah Yuichi Nishimura (Jepang). Sedangkan asisten wasit cadangan adalah Toru Sagara.

Sementara itu partai antara Jerman kontra Spanyol akan dipimpin Kassai. Di South Africa 2010, ia pernah menjadi pengadil dalam partai Brasil-Korea Utara, Meksiko-Uruguay, dan Amerika Serikat-Ghana.

Ia menjadi wasit asal Hongaria yang mendapatkan kehormatan memimpin partai prestisius, setelah Sandor Puhl yang bertugas di final Piala Dunia 1994.

Kassai akan dibantu Gabor Eros dan Tibor Vamos. Sementara wasit keempat adalah Frank de Bleeckere (Belgia). Ada pun asisten wasit cadangan adalah Peter Hermans.�
READ MORE » FIFA Umumkan Wasit Semifinal

Jelang Jerman vs Spanyol

Cape Town - Dua tahun silam, Jerman dan Spanyol bertemu di final Piala Eropa. Hasilnya, Jerman kalah. Kini, kala keduanya bertemu lagi, 'Tim Panser' sudah melupakan memori tersebut.

Di Ernst Happel Stadion, Wina, Austria, gol Fernando Torres di menit 33 gagal disamakan pemain-pemain Jerman sampai wasit Roberto Rosetti meniup peluit akhir. Minggu, 29 Juni 2008, sebanyak 51.428 orang di stadion itu pun menyaksikan La Furia Roja jadi juara Eropa berkat gol tunggal tersebut.

Kini keduanya kembali bertemu, bukan di partai puncak, melainkan di babak semifinal. Aroma balas dendam pun disebut-sebut merebak, meski hal itu kemudian dibantah oleh Joachim Loew.

Loew, yang pada tahun 2008 itu sudah jadi pelatih Jerman, menyebut ia sudah lupa sama sekali dengan pertandingan tersebut. Lebih lanjut lagi, ia mengakui kekalahan timnya dari Spanyol waktu itu.'

"Kami tak berbicara soal balas dendam, itu tak ada di pikiran saya sama sekali," ujarnya seperti dilansir Yahoosports.

"Kami kalah di final karena kami ditundukkan oleh tim terbaik saat itu," lanjut pelatih yang akrab disapa Jogi ini.

Apa yang diucapkan Loew, senada dengan komentar Bastian Schweinsteiger. Gelandang berusia 25 tahun ini juga masuk skuad Jerman di Euro 2008. Ia pun menyebut, keadaan Jerman berbeda dari dua tahun lalu.

"Kami memiliki pemain yang berbeda sekarang, sementara Spanyol hampir semuanya sama. Mungkin mereka tak bersinar di turnamen ini, tetapi mereka sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir."

"Spanyol akan lebih sulit dari Inggris dan Argentina, tapi kami sudah membuktikan bahwa kami bisa tampil sangat bagus," tandasnya.
READ MORE » Jelang Jerman vs Spanyol

Defoe-Milner, Duo Pembeda

Port Elizabeth - Mungkinkah Fabio Capello tengah berjudi ketika menurunkan Jermain Defoe dan James Milner sebagai starter? Kalau ya, berarti perjudiannya terbukti tepat.

Untuk pertama kalinya Capello menurunkan Defoe sebagai starter, berduet dengan Wayne Rooney, pada laga krusial melawan Slovenia. Sementara Emile Heskey, yang biasanya menjadi pilihan utama, duduk di bangku cadangan.

Pun demikian dengan Milner, yang ditaruh di sayap kanan. Biasanya Capello menempatkan Aaron Lennon atau Shaun Wright-Phillips di posisi tersebut. Namun, baik Lennon ataupun SWP sejauh ini belum tampil impresif.

Toh pilihan Capello terbukti jitu. Milner cukup rajin melepaskan umpan, sementara Defoe jelas lebih punya kecepatan dibandingkan Heskey. Kombinasi keduanya jugalah yang akhirnya melahirkan gol semata wayang Inggris.

Umpan Milner pada menit 22 langsung diserobot Defoe yang berada di depan gawang. Sepakan penyerang Tottenham Hotspur ini memang sempat ditepis Samir Handanovic, tetapi bola akhirnya meluncur juga ke dalam gawang Slovenia.

Inggris pun lolos ke perdelapanfinal berkat gol itu.

"Saya pikir, dalam keadaan seperti ini, pertandingan selalu sukar. Jika Anda melihat tim unggulan lainnya, mereka juga kesulitan. Jadi, penting untuk tetap menjaga spirit kami," tukas Defoe di Reuters.
READ MORE » Defoe-Milner, Duo Pembeda
 
© 2015 Gado-Gado Crito | Blogger.com